Pernahkah Anda selesai memotong kuku, lalu langsung menggaruk kulit saat kulit terasa gatal?
Banyak orang melakukannya tanpa pikir panjang. Padahal, dalam kitab ulama Syafi'iyyah terdapat sebuah adab yang sebaiknya diperhatikan.
Adab itu sederhana: Segera mencuci bekas potongan kuku setelah memotongnya.
Kelihatannya sepele. Hanya beberapa detik saja. Namun para ulama terdahulu sampai memberikan peringatan khusus tentang hal ini.
"Kebiasaan kecil bisa menjadi bodyguard kesehatan yang besar."
ADAB KECIL YANG MEMILIKI HIKMAH BESAR
Dalam kitab I'anatut Thalibin disebutkan:
"Dan disunnahkan untuk segera membasuh bekas potongan kuku, karena menggaruk dengannya sebelum dicuci dikhawatirkan dapat menyebabkan penyakit kusta."
Nama penyakitnya dalam bahasa Arab adalah (بَرَصٌ) Barosh. Dalam ilmu kedokteran dikenal sebagai kusta atau lepra, yang juga disebut penyakit Hansen atau Morbus Hansen.
Lepra atau kusta adalah gangguan pada kulit akibat infeksi bakteri kronis.
Sebenarnya penyakit ini tidak berbahaya apabila diobati dengan tepat. Namun jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:
- Kecacatan pada mata, bahkan sampai menyebabkan kebutaan.
- Kecacatan pada tangan, seperti mati rasa, jari memendek, atau perubahan bentuk.
- Dan dampak buruk lainnya (silakan Googling untuk informasi lebih rinci).
MENGAPA KUKU PERLU SEGERA DICUCI?
Kuku merupakan bagian tubuh yang mudah terkena debu dan kotoran. Setelah dipotong, sisa-sisa kecil kuku terkadang masih menempel di jari dan sela-sela kuku.
Karena itu, para ulama menganjurkan agar bekas potongan kuku segera dibersihkan.
Selain mengikuti adab yang diajarkan para ulama, kebiasaan ini juga sejalan dengan prinsip Islam yang sangat menekankan kebersihan.
- Menjaga kebersihan badan.
- Menjaga kebersihan pakaian.
- Menjaga kebersihan tempat tinggal.
- Menjaga kebersihan anggota tubuh.
MENGAPA ISLAM SANGAT MENJAGA KEBERSIHAN?
Islam adalah agama yang mencintai kebersihan.
Sebelum salat ada wudhu. Setelah junub ada mandi wajib. Saat terkena Najis harus dicuci. Banyak ibadah diawali dengan bersuci.
Baca juga: Kita Merasa Sudah Bersuci, Padahal Belum: Pelajaran Penting tentang Air dan Najis
Semua ini mengajarkan bahwa kebersihan bukan sekadar urusan penampilan, tetapi bagian dari adab seorang Muslim.
Hanya beberapa detik untuk mencuci tangan dan membersihkan kuku, namun manfaatnya bisa sangat panjang.
MEMOTONG KUKU ADALAH SUNNAH
Rasulullah ﷺ menganjurkan umat Islam untuk menjaga kebersihan, termasuk memotong kuku secara rutin. Kuku yang terlalu panjang berpotensi menyimpan kotoran, debu, bahkan berbagai mikroorganisme.
Karena itu, menjaga kuku tetap pendek merupakan bagian dari menjaga kebersihan diri.
Kalau dipikir-pikir, kuku panjang memang kadang merepotkan. Mau mengambil koin jatuh susah, mengetik terganggu, bahkan saat mengupas jeruk kadang kukunya lebih dulu menyerah.
BUKAN SEKADAR GERTAKAN SAMBAL
Sebagian orang mengira nasihat tentang mencuci kuku setelah dipotong hanyalah cerita orang tua dahulu.
Padahal, anjuran ini memang memiliki landasan dalam kitab para ulama. Karena itu, tidak tepat jika dianggap sekadar mitos tanpa dasar.
Kadang kita tidak memahami seluruh hikmahnya sekarang, tetapi hikmah itu bisa saja baru kita sadari di kemudian hari.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN SETELAH MEMOTONG KUKU?
- Segera cuci tangan dan bekas potongan kuku sambil mengucap shalawat.
- Bersihkan sela-sela jari dari sisa kuku atau kotoran yang menempel.
- Buang potongan kuku di tempat yang baik dan tidak berserakan.
- Biasakan membaca basmalah ketika memulai pekerjaan yang baik.
- Jadikan menjaga kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari.
Baca juga: Tak Kuat Puasa Karena Sakit? Antara Ibadah dan Kesehatan: Hukum Puasa bagi Orang Sakit
KESIMPULAN
Dalam kitab I'anatut Thalibin disebutkan anjuran untuk segera mencuci bekas potongan kuku setelah memotongnya, karena menggaruk dengannya sebelum dicuci dikhawatirkan dapat menyebabkan penyakit kusta.
Bagi seorang Muslim, mengamalkan adab yang diajarkan para ulama merupakan bentuk kehati-hatian dan penghormatan terhadap warisan ilmu Islam.
Jadi, setelah memotong kuku, jangan terburu-buru. Luangkan beberapa detik untuk mencucinya.
Kadang, keberkahan hadir dari kebiasaan yang sangat sederhana.
TANYA&JAWAB
Apakah jika menggaruk kulit menggunakan kuku yang baru dipotong dan belum dicuci akan dipastikan mewarisi penyakit kusta?
Tidak pasti. karena peringatan dari ulama terdahulu menggunakan kata "Dikhawatirkan", yang bisa kita artikan dengan "Ada Kemungkinan". Dan berapa persentase kemungkinannya tidak kita ketahui. Tapi yang jelas Ada resiko besar yang harus kita hindari. Jangan sampai tertimpa penyakit kusta baru menyesalinya Naudzubillahi min dzalik (kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut).
Apa hubungan antara kuku yang baru dipotong dan belum dicuci dengan penyakit kusta, bukan penyakit yang lain?
Hal tersebut tidak diketahui secara pasti. Kemungkinan ini termasuk bagian dari rahasia Allah yang tidak dijelaskan kepada kebanyakan manusia. Hanya Allah yang mengetahui hikmah di baliknya, dan bisa jadi hanya sebagian hamba-Nya yang dipilih serta diberi ilmu yang mengetahuinya. Oleh karena itu, kita cukup menerima dan mengamalkan adab yang telah diajarkan, meskipun hikmah di baliknya tidak diketahui secara rinci.


Posting Komentar